Inilah Kesalahpahaman Seputar Mitos Schizophrenia

Inilah Kesalahpahaman Seputar Mitos Schizophrenia

0 133

ISU kesehatan mental seringkali ditanggapi masyarakat dengan kurang perhatian dan justru banyak kesalahpahaman. Kesalahpahaman tersebut terus berkembang di tengah-tengah masyarakat dan seringkali tidak ada yang meluruskan secara rasional.

Misalnya, penyakit schizophrenia yang banyak disalahpahami sebagai akibat dari salah pola asuh atau hilangnya will power (kekuasaan) seseorang. Namun, kenyataannya berbeda. Melansir laman thehealthsite.com, berikut ini beberapa mitos seputar schizophrenia yang banyak dipahami oleh masyarakat sebagai fakta.

1. Mitos: Schizophrenia disebabkan oleh kelalaian orangtua dalam mendidik.

Fakta: Schizophrenia memiliki berbagai macam penyebab. Pola asuh yang buruk mungkin berkontribusi di dalamnya, tapi tidak bisa disebut sebagai penyebab dari penyakit ini. Di dunia hanya ada 1% orang yang menderita schizophrenia. Salah pola asuh memang penyebab dari depresi, personality disorder, penyalahgunaan obat, dan penyakit mental lainnya, namun tidak untuk schizophrenia.

2. Mitos: Penderita schizophrenia memiliki banyak kepribadian.

Fakta: Ini merupakan pemahaman umum kalau penderita schizophrenia memiliki banyak kepribadian, misalnya mereka seringkali menjadi orang lain di situasi tertentu. Tapi faktanya adalah mereka tidak bisa membedakan kenyataan, sehingga delusi dan halusinasi mengarahkan mereka untuk bersikap aneh, berbeda, dan di luar kebiasaan.

3. Mitos: Penderita schizophrenia adalah orang dengan keterbelakangan mental.

Fakta: Seseorang yang menderita schizophrenia mungkin bermasalah dengan komunikasi dan perhatian, namun mereka memiliki kondisi intelegensi yang normal. Banyak orang yang kreatif dan cerdas menderita penyakit ini dan bisa sukses menjalani hidup dengan normal.

4. Mitos: Penyakit schizophrenia tidak bisa dirawat di rumah dan harus pergi ke rumah sakit jiwa.

Fakta: Dulu setiap penderita sakit jiwa memang selalu ditempatkan di tempat tertentu semacam panti rehabilitasi. Namun, dengan berkembangnya dunia kedokteran, kini pasien sakit jiwa dapat dirawat dari rumah serta tetap bisa bekerja dan berkumpul dengan keluarga.

5. Mitos: Penderita schizophrenia adalah bahaya dan ancaman untuk masyarakat.

Fakta: Meskipun penderita melakukan tindakan yang tiba-tiba dan tak terduga, tapi umumnya itu tidak sampai membahayakan orang lain. Bahkan kadang mereka pengertian dan memilih untuk memisahkan diri. Kalaupun terjadi kekerasan, biasanya disebabkan oleh konsumsi minuman keras atau penyalahgunaan obat.

6. Mitos: Pasien schizophrenia tidak bisa bekerja dan malas.

Fakta: Meskipun kondisi menyebabkan mereka kesulitan menghadapi diri mereka sendiri dan tidak bisa berkonsentrasi dalam bekerja, melalui perawatan yang rutin dan dukungan dari keluarga, mereka tetap dapat menjalani hidup dengan normal dan memiliki karir yang sukses.

7. Mitos: Pengobatan schizophrenia harus dilakukan seumur hidup.

Fakta: Banyak masyarakat yang memahami bahwa pengobatan schizophrenia harus dilakukan secara terus menerus. Padahal banyak pasien yang berhasil sembuh meskipun pengobatannya hanya dilakukan sementara selama sakit. Mengobati penyakit mental memang membutuhkan usaha trial and error. Dosis obat yang dikonsumsi juga seringkali harus disesuaikan dengan gaya hidup, pola makan, usia, dan faktor lainnya.

8. Mitos: Schizophrenia tidak bisa diatasi.

Fakta: Memang sangat memperihatinkan bahwa schizophrenia tidak bisa disembuhkan, tapi dengan perawatan dan menerapkan gaya hidup tertentu, penderitanya dalam menjalani kehidupan dengan normal.

* An Nisaa Gettar, Relawan Kesehatan RS Ibnu Sina, Jakarta.

Sumber: http://gayahidup.inilah.com

NO COMMENTS

Tinggalkan Balasan