Lakukan Pijatan Perineum Ini Sebelum Melahirkan

Lakukan Pijatan Perineum Ini Sebelum Melahirkan

0 90

PIJATAN perineum atau dikenal dengan istilah Perineum Message adalah teknik pijatan atau memijat di masa kehamilan atau beberapa minggu menjelang melahirkan, dengan tujuan untuk meningkatkan aliran darah ke daerah ini juga meningkatkan elastisitas perineum.

Peningkatan elastisitas perineum dapat mencegah risiko robekan perineum maupun episiotomy. Pijatan ini juga sangat penting untuk keberhasilan Hypno-birthing. Jika pada artikel sebelumnya kita telah membahas manfaat-manfaat dari pijatan atau message Perineum ini, artikel kali ini kita akan bahas bagaimana teknik melakukan pijatan ini dengan baik dan benar.

Sebelum melakukan pemijitan ada baiknya anda mengetahui beberapa hal berikut ini, gunakan cermin untuk mengidentifikasi daerah perineum dan jika anda merasa tegang, silahkan mandi air hangat atau gunakan kompres hangat pada perineu selama 5-10 menit. Jika anda memiliki luka pada persalinan sebelumnya, maka akan lebih baik dengan memfokuskan untuk memijat daerah tersebut, karena jaringan parut bekas luka itu tidak begitu elastis sehingga memerlukan perhatian ekstra

Jika Anda melakukan pemijatan ini sendiri tanpa bantuan pasangan, maka paling mudah dengan menggunakan ibu jari. Jika pemijatan dilakukan dengan bantuan pasangan, maka bisa dilakukan dengan jari-jari telunjuk pasangan.

Lakukan pemijatan minimal selama 5-10 menit setiap hari mulai usia kehamilan 34 atau 35 minggu menjelang persalinan, dan berhentilah saat ketuban pecah atau persalinan akan dimulai. Kontra indikasi dari pemijatan ini adalah vaginitis, herpes genital atau masalah vagina lainnya, akan lebih baik jika pemijatan dilakukan dengan menunggu sampai penyakit-penyakit ini sembuh.

Mengutip laman Bidankita.com (2016) tata cara melakukan pemijatan adalah :

  1. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih, lalu guntinglah kuku bila panjang.
  2. Identifikasi daerah perineum menggunakan cermin, dan siapkan posisi
  3. Posisi wanita atau ibu hamil adalah setengah berbaring, sanggalah punggung, kepala dan kedua kaki dengan bantal. Kemudian renggangkan kaki jangan lupa untuk taruh bantal dibawah setiap kaki. Gunakanlah jari tengah dan telunjuk atau bila dengan pasangan bisa menggunakan kedua jari telunjuk pasangan untuk memijat.
  4. Berdirilah dengan satu kaki dan satu kaki lainnya diletakkan dikursi, dan carilah posisi yang paling nyaman bagi ibu atau wanita hamil.
  5. Gunakan minyak pijat yang hangat untuk memijat, seperti minyak gandum yang kaya vitamin E, Olium cossar atau VCO atau jelly K-Y (jangan gunakan baby oil, air mineral, jelly potreleum atau body lotion)
  6. Tarik nafas dalam dan rilekslah sebelum melakukan pemijatan, dengan hati-hati dan tetap yakin maka mulailah pemijatan di daerah tersebut.
  7. Masukkan ibu jari anda ke dalam perineum sekitar 3-4 cm dengan maks 7 cm dengan posisi ditekuk, dan jari lainnya di luar perineum.
  8. Pertahankan tekanan yang mantap sekitar 2 menit, lalu tekanlah untuk beberapa saat sampai anda merasakan sedikit perih, kesemutan atau sensasi hangat (slight burning)
  9. Tekan terus dengan ibu jari, kemudian pijat perlahan dengan lembut bolak balik ke bagian bawah vagina, lakukan ini selama 3-4 menit.
  10. Perlu diingat, hindarilah daerah saluran kemih atau uretra, karena akan mengakibatkan iritasi.
  11. Pertahankan tekanan yang mantap, gerakkan ibu jari atau telunjuk dalam vagina dalam bentuk huruf U secara berirama dan ke bawah (rectum), lakukan ini selama 1-2 menit sebanyak 20-30 kali.
  12. Ini perlu untuk diterapkan selama pemijatan, yaitu saat memijat bayangkan dan niatkanlah perineum anda menjadi semakin lentur.
  13. Juga hal yang perlu diingat adalah, pemijatan tidak boleh terlalau keras. Ini untuk menghindari pembengkakan pada jaringan perineum.

Jika pada awal melakukan pemijatan anda akan merasakan kencangnya otot-otot, tetapi seiring berjalannya waktu dan anda sering melakukan pemijatan dengan benar maka perineum anda akan semakin lentur. Dan akan membantu mental anda untuk lebih siap menghadapi masa persalinan. Selamat mencoba dan selamat sehat

* Chairunnisa Dhiee, Relawan Kesehatan RS Ibnu Sina, Jakarta.

Sumber: http://gayahidup.inilah.com

NO COMMENTS

Tinggalkan Balasan