Beranda Berita Delapan Kebijakan Aneh Tentang Kesehatan

Delapan Kebijakan Aneh Tentang Kesehatan

147
0

MANTAN Walikota New York, Michael Bloomberg, membuat beberapa kebijakan seputar kesehatan yang akhirnya menyebar ke seluruh Amerika. Bloomberg merilis sebuah perusahaan konsultasi untuk membantunya dalam membentuk inisiatif tersebut.

Beberapa negara lain pun ikut menerapkan kebijakan yang dibuat oleh Bloomberg. Melansir dari eveydayhealth.com, berikut beberapa kebijakan Bloomberg di bidang kesehatan yang dianggap cukup aneh oleh masyarakat.

1. Larangan tanning (teknik membuat kulit menjadi berwarna cokelat) bagi remaja di Texas dan Delaware.

Di Texas, tanning adalah aktivitas yang dilarang bagi remaja di bawah 16 tahun dan bimbingan orangtua dibutuhkan bagi remaja usia 16-19 tahun. Sementara di Delaware, bimbingan orangtua diperlukan bagi remaja di bawah 18 tahun, serta larangan tanning untuk remaja di bawah 14 tahun tanpa arahan dari dokter profesional.

Pemerintah sendiri tidak yakin dengan anjuran tanning meski oleh medis. Bagaimanapun harus diketahui bahwa tanning dapat menyebabkan kulit terbakar, dengan kata lain dapat menimbulkan kanker.

2. Larangan berjualan es krim di Des Moines, Iowa.

Kebijakan ini dibentuk mengingat tentang dampak negatif lemak dan gula dari es krim bagi kesehatan. Tampaknya pemerintah wilayah Iowa melarang truk penjual es krim hampir lebih dari 40 tahun yang lalu saat seorang anak berusia 9 tahun tertabrak mobil setelah membeli es krim di truk pinggir jalan. Namun, karena kecelakaan ini terlihat bukan kesalahan truk es krim tersebut, beberapa warga Des Moines berinisiatif untuk mengembalikan jenis bisnis tersebut.

3. Hari libur bagi pendonor darah di Brazil

Jika Anda mendonasikan darah, tentu Anda puas karena Anda dapat menyelamatkan nyawa orang. Anda juga akan memperoleh susu, jus, atau kue sebagai hadiah. Namun, di Brazil pemerintahnya memberikan kebijakan bahwa untuk mereka yang mendonorkan darah, mereka diliburkan dari kerja pada hari itu.

4. Hari libur saat menstruasi di Jepang, Korea, dan Arab Saudi

Di negara-negara tersebutJepang, Korean, dan Arab Saudiada kebijakan yang menawarkan hari libur satu hari per bulan bagi para pekerja wanita yang sedang menstruasi. Namun, sejauh ini sangat sedikit pekerja wanita yang mengambil kebijakan tersebut. Jadwal pekerjaan yang begitu sibuk dan insentif lembur membuat mereka jarang menggunakan kesempatan libur tersebut.

5. Akses Kamar Kecil di Illinois, Texas, Colorado, dan negara lainnya

Siapapun kadang butuh untuk pergi ke toilet di waktu yang terduga. Namun, bagi para penderita IBD (Inflammatory Bowel Disease) atau penyakit inflamasi usus besar, hal ini lebih sulit dikontrol. Beberapa negara tersebut memiliki kebijakan agar para penjaga toko harus mengizinkan para penderita IBD untuk mengakses kamar kecil mereka, meskipun diperuntukkan hanya untuk karyawan. Akses ke kamar kecil tersebut menggunakan kartu bertuliskan I cant wait atau Medical Alert Restroom Access yang dimiliki oleh para pasien terkait.

6. Pemasangan breathalyze pada mobil di Perancis

Untuk mengurangi pengendara mobil yang mabuk, pemerintah Perancis membuat kebijakan agar masyarakat memasang alat bernama breathalyze pada mobil mereka. Alat tersebut harus dipasangkan pada setir mobil, sehingga pengendara dengan kadar alkohol tertentu tidak dapat mengoperasikannya. Namun, Perancis telah mengendurkan kebijakan ini setelah setahun peraturan tersebut dibuat.

7. Cuti sakit di Washington

Di Washington, meminta seorang pegawai untuk tetap bekerja pada saat sakit adalah tindakan illegal. Sebaliknya, pemerintah justru mendorong para pegawai yang sakit agar mengambil jatah cutinya.

8. Jangan memberi makan burung merpati di San Francisco

Kota San Francisco benar-benar melarang siapapun untuk memberi pakan burung merpati. Alasannya, burung merpati dapat menyebarkan wabah penyakit, menarik hama tikus, dan sarangnya mengganggu keindahan kota. Terlalu sering memberi pakan pada burung merpati dinilai juga dapat mengurangi kemandirian burung untuk mencari makanannya sendiri. Anda bisa melakukannya di sini, tapi dengan seizin petugas yang terkait.

* Chairunnisa Dhiee, Relawan Kesehatan RS Ibnu Sina, Jakarta.

Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Artikel sebelumyaTips Memilih Hijab untuk Keperluan Formal
Artikel berikutnyaInilah Manfaat Mengkonsumsi Telur Dan Lada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here