Inilah Akibat Kekurangan Kalium

Inilah Akibat Kekurangan Kalium

0 290

HIPOKALEMIA adalah suatu keadaan dimana kadar kalium yang terdapat di dalam darah berada pada jumlah yang lebih rendah dari 3.8 mEq/L darah. Hipokalemia merupakan tanda dari kekurangan kalium tubuh. Kalium merupakan salah satu dari sejumlah elektrolit penting yang diperlukan oleh tubuh.

Hipokalemia ringan biasanya tidak menunjukkan gejala sama sekali, namun hipokalemia yang lebih berat dengan kadar kalium darah kurang dari 3 mEq/L darah dapat menyebabkan gejala terkait penyakit hipokalemia. Kadar kalium yang sangat rendah (kurang dari 2,5 mmol/L) dapat mengancam jiwa dan membutuhkan perhatian medis yang mendesak.

Beberapa gejala yang dapat muncul pada saat terjadi hipokalemia antara lain kelemahan otot, kram otot, kejang otot, kelumpuhan otot termasuk otot bantu pernapasan, detak jantung abnormal, dan berdebar. Kalium sangat vital bagi aktivitas arus listrik dan potensial aksi otot jantung.

Penurunan kadar ion kalium ekstraseluler akan meningkatkan perangsangan miokardium yang dapat berpotensi utuk menimbulkan aritmia atau gangguan irama jantung. Aritmia jantung dan kelumpuhan otot pernapasan merupakan komplikasi hipokalemia yang mengancam jiwa dan memerlukan penanganan yang segera.

Perubahan pada arus listrik jantung dapat terekam dalam EKG (rekam listrik jantung), dan berikut ini gambaran EKG hipokalemia:

1. Terbentuknya gelombang U yang jelas.

2. Terbentuknya Interval QT yang memanjang.

3. Terbentuknya ST depresi dan T flat atau inversi.

4. Meningkatnya amplitudo gelombang P.

Kalium biasanya dapat dengan mudah digantikan dengan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung kalium atau dengan mengkonsumsi garam kalium (kalium klorida) per-oral. Kalium dapat mengiritasi saluran pencernaan, sehingga diberikan dalam dosis kecil, beberapa kali sehari.

Sebagian besar orang yang mengkonsumsi diuretik tidak memerlukan tambahan kalium. Tetapi secara periodik dapat dilakukan pemeriksaan ulang dari konsentrasi kalium darah sehingga sediaan obat dapat diubah jika perlu.

Pada hipokalemia berat, kalium bisa diberikan secara intravena. Hal ini dilakukan dengan sangat hati-hati dan biasanya hanya dilakukan di rumah sakit, untuk menghindari kenaikan kadar kalium yang terlalu tinggi.

* Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti (di bawah bimbingan dr. Reza Aditya Digambiro, M.Kes, M.Ked (PA), Sp.PA)

Sumber: http://gayahidup.inilah.com

NO COMMENTS

Tinggalkan Balasan