Kenali Jenis-jenis Syok

Kenali Jenis-jenis Syok

0 162

SYOK dibagi menjadi empat golongan yaitu syok Hipovolemik, Kardiogenik, Distributif dan Obstruktif.

Syok kardiogenik disebabkan oleh kegagalan fungsi pompa jantung yang mengakibatan curah jantung menjadi berkurang atau berhenti sama sekali. Penyebab syok kardiogenik yaitu akibat jatung yang tidak dapat memompa dengan baik sehingga curah jantung menjadi berkurang ataupun dapat berhenti sama sekali.

Syok kardiogenik ditandai gangguan fungsi ventrikel, yang mengakibatkan gangguan berat pada perfusi jaringan dan penghantaran oksigen ke jaringan. Ventrikel kiri gagal bekerja sebagai pompa dan tidak mampu menyediakan curah jantung yang memadai untuk mempertahankan perfusi jaringan.

Syok kardiogenik dapat didiagnosa dengan mengetahui adanya tanda-tanda syok dan dijumpai adanya penyakit jantung, seperti infark miokard yang luas, gangguan irama jantung, rasa nyeri daerah torak, atau adanya emboli paru, tamponade jantung(penekanan), kelainan katub atau sekat jantung.

Syok kardiogenik ditandai dengan tekanan arteri sistolik

Sementara syok distributif atau vasogenik terjadi ketika volume darah secara abnormal berpindah tempat dalam vaskulatur seperti ketika darah berkumpul dalam pembuluh darah perifer. Syok distributif dapat disebabkan baik oleh kehilangan tonus simpatis atau oleh pelepasan mediator kimia ke dari sel-sel.

Kondosi-kondisi yang menempatkan pasien pada risiko syok distributif yaitu :

  1. Syok Neorugenik. Pada syok neurogenik, vasodilatasi terjadi sebagai akibat kehilangan tonus simpatis. Kondisi ini dapat disebabkan oleh cedera medula spinalis, anastesi spinal, dan kerusakan sistem saraf. Syok ini juga dapat terjadi sebagai akibat kerja obat-obat depresan atau kekurangan glukosa (misalnya: reaksi insulin atau syok). Syok neurogenik spinal ditandai dengan kulit kering, hangat dan bukan dingin, lembab seperti terjadi pada syok hipovolemik
  2. Syok Anafilaktik, hal ini disebabkan oleh reaksi alergi ketika pasien yang sebelumnya sudah membentuk antibodi terhadap benda asing (antigen) mengalami reaksi antigen-antibodi sistemik.
  3. Syok Septik, yakni bentuk paling umum syok distributif disebabkan oleh infeksi yang menyebar luas. Insiden syok septik dapat dikurangi dengan melakukan praktik pencegahan infeksi, melakukan teknik aseptik yang cermat (bebas dari mikroorganisme), melakukan debriden/eksisi luka ntuk membuang jarinan nekrotik, pemeliharaan dan pembersihan peralatan secara tepat dan mencuci tangan secara menyeluruh.

Ada lagi jenis terakhir dari syok yakni syok obstruktif. Syok obstruktif adalah syok yang diakibatkan adanya gangguan pada distribusi volume sirkulasi, baik pada perubahan resistensi pembuluh darah ataupun akibat permeabilitasnya.

* Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti. di bawah bimbingan dr Reza Aditya Digambiro, M.Kes, M.Ked (PA), Sp.PA.

Sumber: http://gayahidup.inilah.com

NO COMMENTS

Tinggalkan Balasan