Masih Ingin Makan Jeroan? Inilah Bahayanya

Masih Ingin Makan Jeroan? Inilah Bahayanya

0 185

JEROAN yang kita kenal sebagai organ tubuh dalam hewan antara lain hati, paru, otak dan usus, menjadi makanan kesukaan untuk sebagian orang. Apakah Anda yang sedang membaca tulisan ini juga menjadi salah satu penggemar makanan ini?

Informasi penting yang perlu Anda tahu adalah jeroan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh kita. Inilah mengapa, kebanyakan orang bule atau masyarakat luar negeri menghindari jeroan bahkan tidak mengkonsumsinya sama sekali. Kita tidak akan menemukan jeroan di pasar atau supermarket di luar negri. Mengapa demikian? Dan mengapa kita malah sangat menggemari jeroan ? yuk sama-sama kita cari tahu.

Misalnya organ hati, dalam hati lebih banyak terkandung senyawa racun daripada organ tubuh hewan lainnya. Bila dalam mengkonsumsinya tidak dengan persiapan yang baik, seperti mencuci hati sampai benar-benar bersih dan merebusnya hingga benar-benar matang, dikhawatirkan masih ada kandungan racun yang tentunya berpengaruh terhadap kesehatan anda.

Sedangkan usus, adalah bagian organ yang berada dari ujung lambung sampai anus. Perlu diketahui bahwa usus mudah rusak dan mudah terkontaminasi peyakit lain jika tidak segera dibersihkan dari kotoran setelah hewan disembelih. Jika usus yang lebih dari 4 jam belum juga dibersihkan, maka tidak layak untuk dikonsumsi.

Memang bila dilihat secara umum, jeroan mengandung banyak sekali protein, karbohidrat, lemak, mineral zat besi, kalium, magnesium, fosfor, vitamin B komplek, vitamin 12, asam folat. Semua kandungan tersebut baik untuk fungsi tubuh antara lain memelihara syaraf, kandungan kolin dalam hati yang baik untuk bayi dalam kandungan, juga untuk penyembuhan anemia.

Namun, kita tidak boleh hanya mengetahui manfaatnya saja, tetapi perlu unuk mengetahui dampak untuk kesehatan. Mengkonsumsi jeroan terlalu sering dikhawatirkan akan menyebabkan kolesterol tinggi karena kandungan lemak tinggi didalamnya. Kolesterol akan membuat cukup masalah penyakit degenerative lainnya, seperti jantung koroner, darah tinggi, obesitas, dan bahkan stroke.

Setelah membaca ini, masihkah Anda ingin memasukkan asupan jeroan dalam tubuh kita? Kita perlu bijak dalam menentukan makanan sebagai asupan tubuh kita ya. Selamat sehat.

* Chairunnisa Dhiee, Relawan Kesehatan RS Ibnu Sina, Jakarta.

Sumber: http://gayahidup.inilah.com

NO COMMENTS

Tinggalkan Balasan