Beranda Berita Penanganan ISPA Karena Virus, Bakteri Dan Jamur

Penanganan ISPA Karena Virus, Bakteri Dan Jamur

451
0

SEBELUM mengenal perbedaan infeksi saluran napas karena virus, bakteri dan jamur kita harus tahu dulu apa itu ISPA? ISPA sering disalahartikan sebagai inseksi saluran pernapasan atas, padahal itu salah. Lalu apa definisi yang benar?

ISPA adalah kepanjangan dari Infeksi Saluran Napas Akut merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung sampai gelembung paru-paru (alveolus) beserta organ di sekitarnya seperti sinus (rongga yang berisi cairan didalam tubuh), ruang telinga tengah dan selaput paru. Infeksi Saluran pernapasan berlangsung sampai 14 hari.

ISPA dibagi dua menjadi saluran pernapasan bagian atas dan bawah. Sebagian besar dari infeksi saluran pernapasan hanya bersifat ringan seperti batuk, pilek dan tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotik, namun umumnya jika ini terjadi pada anak akan menyebabkan pneumonia (infeksi paru-paru) bila infeksi tidak segera diobati dengan antibiotik karena dapat menyebabkan kematian.

ISPA disebabkan tiga hal yakni virus, bakteri, dan jamur. ISPA akibat virus sering muncul biasanya pada musim pancaroba karena virus di udara meningkat. Seringkali perubahan udara dari panas ke dingin menyebabkan daya tahan tubuh menjadi lemah dan rentan terkena penyakit di antaranya ISPA akibat virus. Media penularan biasanya melalui lendir yang ada dimulut penderita ISPA.

Virus penyebab infeksi saluran napas berupa rhinovirus, coronavirus, miksovirus, adenovirus, koronavirus, pikornavirus, mikoplasma, dan herpesvirus. Contoh penyakitnya adalah influenza, commond flu, pnemonia virus, dan bronkhitis

Gejalanya demam, nyeri tengggorokan, pilek, hidung mampet, batuk, bahkan bisa menimbulkan komplikasi seperti pneumonia (infeksi paru-paru) dengan adanya gejala sesak nafas. Pada bayi dapat terjadi bronkhiolitis (radang di saluran pernapasan halus di paru-paru) dan suara mengi dan sesak.

Gejala lainnya seperti laryngitis (peradangan pada laring atau dekat pita suara) yang menimbulkan sesak napas dan batuk menggonggong (barking cough), terkadang batuk dengan lendir berwarna putih bening.

Penegakan diagnosis pada gejala penyakit ini berupa anamnesis dengan memberikan pertanyaan sesuai identitas dan kondisi keluhan pasien, riwayat penyakit, riwayat penyakit keluarga, dan sebagainya. Pemeriksaan fisik juga bisa diberikan oleh tenaga medis dan pemeriksaan penunjang seperti laboratorium,kultur dahak, rontgen, dan deteksi antigen virus.

Pertolongan pertama pada ISPA karena virus bisa dilakukan melalui obat antipiuretik contohnya paracetamol sebagai obat penurun panas. Gunakan kompres air hangat untuk menurunkan suhu. Biasanya dalam keadaan normal tidak ada penanganan khusus, namun dapat ditanggulangi dengan cara makan yang bergizi, istirahat cukup dan gejala akan berkurang dalam 2-3 hari. Jika tidak ada perbaikan maka hubungi dokter.

Penularan akibat bakteri biasanya karena lendir dahak dari penderita atau batuk. Penanganannya biasanya berat. Bakteri penyebab infeksi saluran napas berupa streptococcus pneumonia, staphylococcus aureus, haemophilus influenza, klebsiella pneumonia, E coli, pseudomonas aeruginosa, mycoplasma pneumonia, moraxella cantanhalis, pneumocytis jiroveci, dan bakteri anaerob/campuran anaerob dengan aerob.

Contoh penyakit ISPA akibat bakteri ini yakni pnemunococcus, dan tuberculosis (TBC). Gejalanya, batuk berdahak berwarna keruh dan kuning atau kehijauan kadang juga disertai darah, demam, hilangnya nafsu makan, dan lemas.

Penegakan diagnosisnya melalui anamnesis (memberikan pertanyaan sesuai identitas dan kondisi keluhan pasien,riwayat penyakit,riwayat penyakit keluarga,dll, pemeriksaan fisik oleh tenaga medis, terdapat gambaran keawanan pada rongten paru bagian atas (apeks) pada TBC, dan pemeriksaan laboratorium (darah, kultur dahak ditemukan adanya bakteri).

Biasanya jika ada kegawatdaruratan pasien dapat dimasukan ke ruang isolasi karena membutuhkan penanganan lebih khusus contoh pada kasus TBC.

Perbedaan infeksi saluran napas disebabkan oleh jamur, bakteri, virus adalah, jika dari virus biasanya mengeluarkan dahak berwarna bening. Jika dari bakteri atau jamur biasanya mengeluarkan dahak berwarna keruh kuning kehijauan

Perbedaan lainnya, jika dari virus biasanya tidak ada penanganan khusus karena gejala akan menghilang dengan sendirinya kecuali sudah lebih dari 2-3 hari. Jika diakibatkan bakteri atau jamur dibutuhkan penanganan khusus dari dokter dengan pemberian obat antijamur pada infeksi saluran napas.

Selain itu, jika karena jamur biasanya adanya nyeri dada kalau dari bakteri dan virus biasanya tidak disertai nyeri dada. Jika jamur pada foto rontgen ditemukan adanya infiltrat (bercak kesuraman) , konsolidasi (bercak putih-putih pada area paru-paru karena adanya cairan), terlihat adanya massa. Pada bakteri biasanya ditemukan infiltrat (kesuraman) pada paru-paru atas(apeks) contoh TB. Jika pada virus ditemukan adanya bercak putih-putih saja bahkan terkadang gambaran foto rongten normal tidak ditemukan kelainan pada jenis penyakit paru infeksi saluran napas ringan.

* Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti (di bawah bimbingan dr Reza Aditya Digambiro, M.Kes, M.Ked (PA), Sp.PA).

Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Artikel sebelumyaWaspadai Efusi Pleura Dan Tangani Dengan Benar
Artikel berikutnyaBadmood Salah Satu Tanda Depresi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here