Beranda Berita Pentingnya Keseimbangan Cairan Dalam Tubuh Kita

Pentingnya Keseimbangan Cairan Dalam Tubuh Kita

444
0

TUBUH manusia terdiri atas air sekitar 60%. Pada seorang pria dengan berat badan rata-rata 70 kg, hal tersebut menandakan terdapat 42 liter air.

Banyaknya cairan tubuh diatur dengan baik karena pengaturan kadar cairan tubuh merupakan hal penting. meskipun kita dapat hidup beberapa minggu tanpa makanan, kita tidak dapat hidup lebih dari beberapa hari tanpa cairan.

Cairan dan elektrolit sangat diperlukan dalam rangka menjaga kondisi tubuh tetap sehat. Keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh adalah merupakan salah satu bagian dari fisiologi homeostatis.

Keseimbangan cairan dan elektrolit melibatkan komposisi dan perpindahan berbagai cairan tubuh. Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air (pelarut) dan zat tertentu (zat terlarut). Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikel-partikel bermuatan listrik yang disebut ion jika berada dalam larutan.

Cairan dan elektrolit masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, dan cairan intravena (IV) dan di distribusi ke seluruh bagian tubuh. Keseimbangan cairan dan elektrolit berarti adanya distribusi yang normal dari air tubuh total dan elektrolit ke dalam seluruh bagian tubuh.

Keseimbangan cairan dan elektrolit saling bergantung satu dengan yang lainnya; jika salah satu terganggu maka akan berpengaruh pada yang lainnya.

Cairan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar yaitu cairan intraseluler da ekstraseluler. Cairan intraseluler adalah cairan yang berada di dalam sel di seluruh tubuh, sedangkan cairan akstraseluler adalah cairan yang berada di luar sel dan terdiri dari tiga kelompok yaitu: cairan intravaskuler (plasma), cairan interstitial dan cairan transeluler.

Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan di dalam sistem vaskuler, cairan intersitial adalah cairan yang terletak di antara sel, sedangkan cairan traseluler adalah cairan sekresi khusus seperti cairan serebrospinal, cairan intraokuler, dan sekresi saluran cerna.

Perubahan komposisi dan volume cairan tubuh yang disebabkan oleh gangguan keseimbangancairan danelektrolit disebabkan oleh berbagai macam keadaan atau penyakit. Sebagian besar gangguan ini disebabkan oleh penyakit saluran cerna.

Pengeluarantidak normal seperti stoma, aspirasi nasogastrik, diare berkepanjangan, luka bakar, harus dianalisa dan diukur secara benar untuk menghitung jumlah cairan yang diperlukan. Kekurangan cairan dan elektrolit biasanya akibat kehilangan normal atau berlebihan atau penurunan pemasukan normal. Salah satu contoh penyakit saluran cerna adalah muntah dan diare.

Mekanisme pengaturan keseimbangan cairan oleh ginjal dilakukan dengan mengontrol cairan ekstraseluler dengan mempertahankan keseimbangan garam dan juga mengatur osmoloritas cairan intraseluler dengan mempertahankan keseimbangan air.

Cairan tubuh tidak statis. Cairan dan elektrolit berpindah dari satu kompartemen ke kompartemen lain untuk memfasilitasi proses-proses yang terjadi dalam tubuh, seperti oksigenasi jaringan, respon terhadap penyakit, dan respon terhadap terapi obat. Cairan tubuh dan elektrolit berpindah melalui difusi, osmosis, transport aktif, atau filtrasi. Perpindahan tersebut bergantung pada permeabilitas membran sel atau kemampuan membran untuk ditembus cairan dan elektrolit.

Proses pergerakan cairan tubuh antar kompertemen dapat berlangsung secara:

1. Difusi, adalah proses ketika materi padat, partikel, seperti gula di dalam cairan, berpindah dari daerah berkonsentrasi tinggi ke daerah berkonsentrasi rendah,sehingga distribusi partikel dalam cairan menjadi merata.

2. Osmosis, adalah perpindahan pelarut murni seperti air melalui membran semipermiabel yang berpindah dari larutan yang memiliki konsentrasi solute rendah ke tinggi. Kecepatan osmosis bergantung pada konsentrasi solute di dalam larutan, suhu larutan, muatan listrik solute serta perbedaan tekanan osmosis yang dikeluarkan larutan. Tekanan osmotik larutan disebut osmolalitas, suatu larutan yang osmolitasnya sama dengan plasma darah disebut isotonik

3. Filtrasi adalah proses perpindahan air dan substansi yang dapat larut secara bersamaan sebagai respon terhadap adanya tekanan cairan. Proses ini bersifat aktif di dalam bantalan kapiler, tempat pembedahan hidrostatik tau gradient yang menentukan perpindahan air, elektrolit, dan substansi pelarut lain yang berada diantara cairan kapiler dan cairan intertisial.

4. Transpor aktif, memerlukan aktifitas metabolik dan pengeluaran energy untuk menggerakkan materi guna menembus membran sel. Hal ini memungkinkan sel menerima molekul yang lebih besar dari sel tersebut , selain itu sel dapat menerima atau memindahkan molekul dari daerah berkonsentrasi rendah ke tinggi.

* Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti (di bawah bimbingan dr Reza Aditya Digambiro, M.Kes, M.Ked (PA), Sp.PA.

Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Artikel sebelumyaLima Buah Ini Mampu Atasi Sembelit
Artikel berikutnyaEnam Manfaat Dari Minyak Kelapa Alami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here