Potensi Komplikasi Pada Anemia Defisiensi Besi

Potensi Komplikasi Pada Anemia Defisiensi Besi

0 170

ANEMIA Defisiensi Besi (ADB) merupakan tipe anemia yang umum terjadi. Penyakit ini disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam darah sehingga menyebabkan menurunnya kadar hemoglobin dalam darah. ADB dapat dialami oleh siapapun, pria ataupun wanita di segala usia. Namun beberapa di antaranya memiliki risiko yang lebih tinggi, seperti anak-anak dan ibu hamil.

Pada umumnya ADB tidak menyebabkan komplikasi penyakit, mengingat kondisi tersebut cukup mudah ditangani. Namun, jika ADB tidak ditangani dengan baik maka dapat munculnya penyakit lain pun sangat memungkinkan, seperti yang dilansir oleh healthline.com, seperti:

1. Denyut jantung tidak teratur

Pada penderita anemia, jantung akan memompa lebih banyak darah agar kebutuhan oksigen untuk jaringan tubuh berjalan dengan baik. Kondisi ini menyebabkan denyut jantung tidak beraturan, bahkan di beberapa kasus sampai menyebabkan pembengkakan dan gagal jantung.

2. Gangguan kehamilan

Pada beberapa kasus ADB, seorang ibu dapat melahirkan bayi prematur dan loss weight (berat badan kurang). Karena itu sebagian besar ibu hamil biasanya mengkonsumsi suplemen zat besi sebagai upaya pencegahannya.

3. Terhambatnya pertumbuhan pada bayi dan anak

Bayi dan anak-anak yang menderita Anemia Defisiensi Besi dapat mengalami proses tumbuh kembang yang terhambat. Mereka juga cenderung mengalami beberapa infeksi.

Berikut ini beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengatasi Anemia Defisiensi Besi, antara lain:

1. Mengkonsumsi suplemen zat besi

Tablet zat besi dapat meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh. Suplemen ini lebih baik dikonsumsi saat perut kosong, sehingga tubuh akan menyerapnya dengan optimal. Namun, jika perut mengalami penolakan, suplemen dapat dikonsumsi bersama makanan. Untuk menangani ADB, konsumsi suplemen akan membutuhkan waktu berbulan-bualan. Efek samping yang biasanya terjadi adalah konstipasi dan warna hitam pada poop.

2. Diet

Menerapkan diet tinggi zat besi dapat membantu mengatasi ADB. Beberapa makanan yang harus ada pada daftar menu diet di antaranya, daging merah, sayuran hijau, seperti bayam, kangkung, buah-buahan yang dikeringkan, seperti aprikot, kismis, apel, pir, kelengkeng, kacang-kacangandan sereal.

Selain itu, vitamin C juga sangat baik dalam membantu proses penyerapan zat besi. Karena itu biasanya dokter menganjurkan konsumsi suplemen zat besi bersama dengan buah atau jus jeruk.

* An Nisaa Gettar, Relawan Kesehatan RS Ibnu Sina, Jakarta.

Sumber: http://gayahidup.inilah.com

NO COMMENTS

Tinggalkan Balasan