Sasa Santan Kelapa, Guru Masak Terbaik untuk Gadis Jelang Menikah

    0 179
    Sasa Santan Kelapa, Guru Masak Terbaik untuk Gadis Jelang Menikah

    Ada hal yang cukup menggelikan dan sebetulnya tidak ingin saya bagi. Jujur, sebelum menikah saya sama sekali tidak bisa memasak. Kemudian ibu saya membujuk agar menggunakan Sasa santan kelapa agar proses belajar memasak lebih cepat. Jadi tidak perlu les khusus segala untuk memiliki keterampilan memasak jelang menikah.

    Awalnya saya merasa kurang yakin dengan bahan makanan praktis. Kesan “rumit” masih bertengger di pikiran saya jika harus disuruh memasak. Namun, dalam tradisi di daerah saya, seorang gadis sebelum menikah harus memiliki keterampilan memasak.

    Hal itu bertujuan agar ketika membina rumah tangga, tidak ada yang namanya ketergantungan. Jadi semua serba mandiri. Suami melakukan tugas berdasarkan perannya. Begitu pula dengan sang istri. Saya sadar kalau saya adalah bagian dari tradisi. Jadi mau tidak mau harus mengikuti ketentuan yang ada.

    Walaupun kesadaran itu sudah ada, tapi saya masih saya enggan dengan kegiatan memasak. Ah, entah kenapa dahulu saya bersikap seperti itu. Semua proses rasanya sulit. Apalagi masakan bersantan. Repotnya itu ketika harus memarut dan mencongkel kelapa dari sarangnya selalu membuat saya ragu untuk segera belajar memasak.

    Kalau santan kelapa dari Sasa tidak hadir di tengah-tengah masyarakat, barangkali saya sampai sekarang tidak bisa memasak. Tentu saja dorongan dari ibu juga berperan sangat besar. Ibu saya rajin mewanti-wanti sambil berpesan, “Jangan sampai kecewakan suamimu kelak gara-gara ketahuan istrinya tidak bisa memasak.”

    Bagi saya, perkataan ibu pada waktu itu merupakan rambu-rambu berwarna merah. Artinya saya harus menghentikan kebiasaan saya yang asal beli makanan untuk menuntaskan keinginan. Kata ibu, masakan terbaik untuk keluarga adalah masakan yang lahir dari seorang ibu untuk anak-anak dan suaminya.

    Ada 4 alasan kenapa ibu menjatuhkan pilihan pada santan kelapa dari Sasa dalam praktik memasak pertama saya. Pertama, bahan-bahannya bebas pengawet. Dijamin sehat dan higienis. Kedua, produknya bisa digunakan untuk memasak apa pun baik makanan berat, kue, maupun minuman. Ketiga, gurih dan segarnya mirip perasan kelapa langsung. Keempat, sudah matang alias tinggal tuang setelah masakan dasar kelar.

    Selain itu, saya memang tidak ingin mengecewakan suami saya kelak. Apalagi saya sudah tahu watak dari calon suami yang akan menikahi saya. Dia orangnya cepat tanggap dan tangkas. Masa sih saya jadi istri yang lamban di sisi lelaki seluar biasa itu? Bisa malu saya kelak kalau sudah punya keturunan tapi tidak pandai memasak.

    Mengingat ibu saya juga orangnya setangkas calon suami saya. Jadi saya yakin perkataan ibu hanya untuk kebaikan masa depan saya sebagai istri terbaik dan ibu terbaik. Waktu itu target saya harus bisa menguasai jenis masakan dasar sebelum acara resepsi pernikahan berlangsung kira-kira 1 bulan penuh.

    Berkat bantuan santan Sasa, tidak ada sebulan saya sudah bisa menguasai masakan dasar. Termasuk yang berbahan dari santan. Soalnya tinggal tuang sih. Serius. Saya tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata saat saya sudah bisa masak air, bikin tumis, masak ayam yang bervariasi, dan segalanya.

    Ibu bilang, ilmu dia sudah habis diturunkan pada saya. Saya mau ketawa ketika mendengar kalimat ibu itu. Rupanya proses memasak itu tidak sesulit yang dibayangkan. Asalkan ada kemauan kuat, maka bisa cepat menguasai. Terlebih dengan adanya Sasa Santan, Aslinya Santan memasak pun menjadi lebih mudah ya.

    NO COMMENTS

    Tinggalkan Balasan