Beranda Berita Sekilas Tentang Sindrom Asperger

Sekilas Tentang Sindrom Asperger

302
0

SEBERAPAsering kita mendengar tentang sindrom Asperger? Apakah sindrom Asperger itu ?

Sindrom Asperger pertama kali ditemukan oleh dokter spesialis anak, bernama Hans Asperger yang berasal dari Austria pada 1944. Sindrom Asperger sendiri merupakan salah satu gejala autisme dimana para penderitanya mengalami kesulitan dalam berkomunikasi.

Berbeda dengan gejala autisme lainnya, sindrom Asperger memiliki kemampuan linguistic dan kognitif yang relatif tidak mengalami penurunan baik penderitanya memiliki tingkat IQ relative tinggi atau rata-rata.

Ini juga yang membuat sebagian besar penderita sindrom ini berbeda seperti autisme lainnya, karena mereka bisa hidup secara mandiri. Dan perlu diingat, sindrom Asperger bukanlah sebuah penyakit mental.

Sindrom Asperger sering tidak terdiagnosis sampai anak atau orang dewasa mulai mengalami kesulitan yang serius di sekolah, tempat kerja atau kehidupan pribadi mereka. Banyak orang dewasa dengan sindrom Asperger menerima diagnosis mereka ketika mencari bantuan untuk isu-isu terkait seperti kecemasan atau depresi . Diagnosis cenderung pada kesulitan saat beinteraksi sosial.

Anak-anak dengan sindrom Asperger cenderung menunjukkan perkembangan bahasa yang khas atau bahkan luar biasa. Namun, kebanyakan cenderung menggunakan kemampuan bahasa yang tidak tepat atau canggung dalam percakapan atau situasi sosial seperti berinteraksi dengan rekan-rekan mereka.

Tidak semua individu dengan sindrom Asperger menampilkan gejala yang sama. Mereka cenderung mengalami gejala yang bervariasi.

Hal ini sangat penting untuk dicatat bahwa tantangan yang diberikan oleh Sindrom Asperger sangat sering disertai dengan hal-hal yang unik. Kurangnya kemampuan berkomunikasi adalah ciri yang umum terjadi.

Penderita sindrom Asperger memiliki perasaan terlalu sensitif yang berlebihan terhadap suara, rasa, penciuman dan penglihatan, mereka juga lebih menyukai pakaian yang lembut, makanan tertentu dan merasa terganggu oleh suatu keributan atau penerangan lampu yang bagi orang normal tidak dapat mendengar atau melihatnya.

Penting untuk diperhatikan bahwa penyandang sindrom ini memandang dunia dengan cara yang berbeda. Maka dari itu, banyak perilaku yang aneh dan luar biasa yang disebabkan oleh perbedaan neurobiologi tersebut, bukan karena mereka sengaja berlaku kasar atau berlaku tidak sopan, dan yang lebih penting lagi, adalah bukan dikarenakan hasil didikan orang tua yang tidak benar.

* Chairunnisa Dhiee, Relawan Kesehatan RS Ibnu Sina, Jakarta.

Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Artikel sebelumyaManfaat Buah Sawo Untuk Mengobati Penyakit
Artikel berikutnyaCara Menghilangkan Flek Flek Hitam Secara Alami dan Mudah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here